Rabu, 15 Oktober 2008

Memulung Sampah, Profesi Baru Penduduk AS Untuk Bertahan Hidup dari Terpaan Badai Krisis

Wednesday, 15 October 2008

Krisis ekonomi yang melanda AS akhir-akhir ini tidak hanya telah mengguncangkan sendi-sendi ekonomi negara ini, tapi juga telah menimbulkan krisis kemanusiaan. Di kota-kota utama di sejumlah negara bagian, seperti California dan San Fransisco, jumlah penduduk miskin yang menjadi tanggungan badan-badan amal semakin meningkat. Bahkan untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, tidak jarang diantara mereka harus bekerja sebagai pemulung sampah.

Di California, yang merupakan kota terkaya di AS, banyak pemuda AS yang memungut barang-barang bekas dari tong sampah, seperti botol bekas minuman, soft drink, plastik-plastik bekas. Barang-barang bekas tersebut kemudian dijual kepada sejumlah perusahaan tertentu untuk didaur ulang.
James, salah seorang pemulung sampah di California, mengatakan, penjualan barang-barang bekas seperti botol-botol minuman yang dikumpulkannya selama sehari, hasilnya cukup lumayan dapat memenuhii kebutuhan makan sehari. Dia juga menuturkan sehari maksimal memperoleh 50 USD. Uang tersebut sudah cukup untuk membeli makanan untuk sehari.

Roy, seorang pemuda berumur 28 thn asal San Fransisco. Dia harus berjalan berjam-jam menelusuri jalan utama kota San Fransisco guna mendapatkan botol-botol bekas dari tempat-tempat pembuangan sampah.
" ini pekerjaan yang berat membutuhkan ketahanan tubuh, karena harus berjalan selama berjam-jam" ungkap Roy. Ini adalah dunia baru bagi saya. Mengumpulkan barang-barang bekas untuk ditukarkan dengan dollar" ungkap Roy seperti dikutip Aljazeera.

Sejumlah tempat penadahan barang-barang bekas di San Fransisco kini telah berubah menjadi tempat favorit bagi para penduduk miskin AS. Fenomena ini telah menjadi problem sosial dan penyakit masyarakat.

Ratusan keluarga di San Fransisco juga harus hidup dari santunan badan-badan amal. Menurut laporan Second Harvast, salah satu badan amal di San Fransisco, jumlah permintaan bantuan meningkat dratis. Mereka tidak hanya dari golongan orang-orang miskin, tapi juga para pegawai yang gajinya tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Jumlah permintaan bantuan pangan dari para warga juga meningkat 15 persen. Bahkan, banyak diantara para dermawan yang tadinya menjadi donatur, tapi saat ini justru meminta bantuan dari lembaganya, karena kehilangan pekerjaan dan tidak mampu lagi menghidupi keluarganya. (syarif/alj/www.suara-islam.com)

Selanjutnya......

Inti Dari Sumber Masalah/Penyakit Adalah Hati yang Lalai

Siapa bilang negeri ini miskin, siapa bilang negeri ini bodoh, dan siapa bilang rakyatnya juga miskin. ya, itulah yang sering dikatakan banyak orang bahkan yang mengatakan nya orang Indonesia itu sendiri. Tapi, menurut saya pribadi sebenarnya negeri ini kaya, rakyatnya pun kaya, negeri ini banyak orang pintar.

Tapi kenapa ya negeri ini tidak maju-maju? bahkan semakin terpuruk oleh berbagai masalah dan musibah...! Jawaban nya adalah negeri ini sudah Allah angkat keberkahannnya. Ingat janji Allah SWT. barang siapa beriman dan bertaqwa kepada Allah maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan dari bumi dan Allah juga akan memberikan rizky dari arah yang tidak di duga-duga.

ternyata fren, inti dari berbagai masalah dinegeri ini dan bahkan di dunia adalah hati. ehm..kenapa ya kok meski hati yang jadi sumber masalah. Tentu saja hati, karena hati-hati manusia di muka bumi ini sudah banyak yang lalai dari mengingat Allah termasuk gue sendiri:). Tapi jika hati selalu ingat Kepada Allah maka Insya Allah, Allah akan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang kita hadapi.

Banyak orang ingin menghentikan penyebaran virus HIV dengan memberikan maaf "kondom" gratis kpd para pemuda/pemudi, menyelesaikan masalah korupsi dengan membuat KPK dan menangkapnya meskipun itu tidak salah, lama-lama penjara semakin penuh dengan penjahat kelas PAUS DAN HIU meskipun penjara mereka tidak sama dengan penjara kelas teri. Bahkan mereka bisa memilih kelas penjara yang mereka pengenin, mana bisa kapok. Lah wong penjara kok udah kaya rumah sendiri ada ini itu, tambah lagi mereka dipenjara amat sebentar, sebentar aja ga amat. dan masih byk lagi. Kan yang sakit hatinya kok yg di obatin malah tangannya, atau kakinya seharusnya ke sumber penyakit tersebut, mungkin seperti itu perumpamaannya.

Untuk apa menjadi pejabat, polisi, TNI,Dokter, Guru, dsb kalau moral nya sakit. Meskipun semua orang dinegeri ini profesor, semua orang di negeri ini konglomerat, tapi kalau hati atau moralnya sakit maka negeri ini akan porak poranda, karena orang pinter yang ke blingerrrr. karena sudah tidak lagi berlandaskan KeImanan, KeTaqwaan, dan Kejujuran.

Untuk itu tidak ada kata lain kecuali BerIman dan BerTaqwa Kepada Allah SWT. kembali pada Allah, karena Kejayaan Umat ini terletak pada Pengamalan AGAMA ISLAM YANG LURUS. Tidak ada cara lain untuk bangkit dari keterpurukan, untuk melawan dari penjajahan moral, untuk keluar dari berbagai masalah Kecuali BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT. sekali lagi, kejayaan umat ini terletak pada AGAMANYA.



Wassalamu'alaikum....

by : eday

Selanjutnya......

Jumat, 10 Oktober 2008

Eh, Primbon Itu Warisan Jahiliyah, Lho!

gaulislam edisi 050/tahun I (6 Syawal 1429 H/6 Oktober 2008)

Kamu yang doyan melototin layar kaca, kayaknya pernah deh nemuin iklan kayak gini: “Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon. Tak cocok kerja di air. Harusnya berdagang.” Terus nyaranin penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu.

Bro, memang lucu juga ya? Menentukan nasib lewat primbon. Sangat boleh jadi orang yang dalam adegan di iklan sebagai pekerja yang hubungannya dengan air itu justru sukses di tempat yang menurut primbon tidak cocok dengan tanggal lahirnya. Bisa aja pernyataannya jadi begini: “Kamu ini lahirnya Selasa Kliwon. Nggak cocok kerja yang berhubungan dengan air, kecuali jadi direktur PDAM…” Hehehe…

Ngomongin soal primbon memang lucu abis sekaligus nggak abis pikir. Waktu saya SD juga ada tuh buku tentang primbon, tafsir mimpi di rumah orang tua saya. Tapi sejak kecil saya selalu nggak percaya karena banyak yang bertolak-belakang dengan kenyataan dan suka mengada-ngada. Ngarang, gitu lho.

Misalnya, ada orang yang diramal nasibnya berdasarkan tanggal kelahiran. Ada juga yang diramal rejekinya dengan indikator banyaknya bersin di jam tertentu, ada juga ukuran untuk menentukan jodoh dari tahi lalat dan seabreg tanda lainnya yang aneh-aneh banget yang dihubungkan dengan kepribadian atau nasib seseorang.

Jangan percaya primbon
Untuk memenuhi rasa penasaran manusia dalam hal yang supranatural dan serba ganjil, sering juga diciptakan mitos yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari yang dialami dan ada di sekitar manusia itu sendiri. Lalu dihubung-hubungkan dengan kehidupan yang telah, sedang, atau akan dijalani oleh manusia itu sendiri. Intinya, segala sesuatu yang aneh atau dianggap aneh akan dihubungkan dengan nasib manusia di masa depan.

Meski sering tak masuk akal, banyak di antara kita yang tetep aja percaya atau mungkin ada yang setengah percaya terhadap ramalan tersebut. Maka, jangan heran jika para dukun, tukang ramal, tukang tenung tumbuh subur sesuai kaidah supply and demand. Jika permintaan tinggi maka penawaran juga tinggi, gitu lho. Kalo animo masyarakat kita yang percaya pada ramalan tinggi, maka tukang ramal dan dukun juga banyak. Malah ada yang mungkin saja pura-pura jadi dukun atau tukang ramal.

Itu sebabnya, di masyarakat kita berkembang juga mitos tentang ramalan nasib yang dihubungkan dengan kejadian di sekitarnya atau ada yang memvonis nasib seseorang dari tanda-tanda di tubuh, berdasarkan mimpi, bentuk wajah, garis tangan dan lain sebagainya. Maka, untuk menguatkan argumentasi asal-asalannya dibuat dalam bentuk buku. Sekadar tahu aja, di masyarakat Jawa misalnya, ada kitab yang sangat boleh jadi lebih sering dibaca ketimbang al-Quran, yakni kitab Primbon.

Misalnya aja nih, karakter orang bisa dilihat dari bibir (www.primbon.com pada pembahasan tentang tanda di tubuh). Bila bentuk bibirnya agak lebar, memiliki kepribadian pandai mengatur uang, sabar, dan agak berani. Bila bentuk bibirnya agak kecil, memiliki kepribadian suka berterus terang, berhati kecil dan sering menganggap dirinya tidak bahagia. Bila bentuk bibirnya agak besar dan terbuka (menganga), memiliki kepribadian suka mementingkan diri sendiri namun rela berkorban untuk orang yang disukai. Bila bentuk bibirnya agak tipis, memiliki kepribadian cepat terpengaruh, tidak mempunyai prinsip. Bila bentuk bibirnya agak dower, memiliki kepribadian selalu mementingkan diri sendiri, tidak mau mengalah. Bila bentuk bibirnya agak kecil dan agak sempit, memiliki kepribadian selalu bimbang dan tidak bisa mengambil keputusan dengan baik.

Apakah benar semua itu? Jawabannya bohong. Kalo pun kemudian ada yang mirip-mirip dengan apa yang ditulis dalam primbon tersebut, itu hanya faktor kebetulan. Karena apa? Sangat boleh jadi orang yang digambarkan dengan memiliki bibir dower justru kepribadiannya malah tidak mementingkan diri sendiri dan mau mengalah (bertolak belakang dengan penetapan yang asal-asalan itu). Iya kan?

Wadooohh.. lagian kalo kepribadian udah di-default kayak gitu di kitab primbon, jadinya nggak bisa ngerubah karakter dong ya? Buat apa ada sekolah kepribadian atau bermunculan trainer motivasi dan juga para ustad untuk memberikan pencerahan dalam kehidupan kalo dari bentuk fisik aja udah ‘divonis’ begini dan begitu dalam menentukan karakter seseorang. Iya nggak sih? Aneh-aneh aja deh ah.

BTW, ada yang lebih konyol tapi lucu di primbon juga dibahas nasib seseorang melalui bersin. Sekadar contoh aja ya. Bersin antara jam 01-02 pagi hari bermakna akan ada kabar yang kurang mengenakkan jiwa dan hati anda yang datangnya dari luar daerah. Bersin antara jam 02-03 pagi hari bermakna akan ada undangan yang datang kepada anda untuk dapat menghadiri suatu perayaan. Bersin antara jam 03-04 pagi hari bermakna akan ada teguran dari pimpinan untuk anda. Bersin antara jam 04-05 pagi hari bermakna akan ada penyambutan dari anda untuk tamu yang datang dari jauh. Bersin antara jam 05-06 pagi hari bermakna akan ada rasa yang sangat menggambarkan kenikmatan dan kebahagiaan kepada anda.

Hmm.. ini satu contoh prediksi tentang nasib yang asal-asalan bin ngawur. Gimana kalo kita sedang flu? Bila seharian kita sering bersin, berarti gimana dong nentuin nasib kitanya? Kayaknya yang bikin primbon juga bingung sendiri deh tuh.

Jangankan bersin, soal mimpi aja dibahas kok dalam primbon atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat saat ini. Misalnya aja kalo kita mimpi menjadi orang kaya, ternyata tafsirnya adalah kebalikannya, yakni kita akan tidak berhasil dalam jangka waktu yang lama. Duilee.. kejam amat ya? Gimana jadinya kalo kita sering mimpi jadi kaya? Berarti selama hidup kita nggak berhasil terus dong? Asal deh!

Ada yang cukup menggelikan yang ditulis dalam website primbon, kalo kita mimpi sedang berolahraga bermakna akan ada kemajuan dalam soal perjuangan (usaha yang anda harapkan akan tergapai). Hehehe.. perlu juga kita bertanya kepada orang-orang yang berhasil dalam hidupnya, pernah nggak tuh mimpi berolahraga? Tapi yang jelas dan pasti, Frank Lampard Cs di klub sepakbola Chelsea terus mengolah tubuhnya dan tekniknya bermain bola bukan di alam mimpi, tapi di dunia nyata supaya bisa berhasil menjadi klub yang kini cukup disegani di Liga Inggris itu. Iya kan?

Bukan warisan Islam
Benar banget. Kitab primbon itu bukan warisan dari ajaran Islam. Bahkan sebaliknya, itu adalah warisan budaya jaman jahiliyah alias jaman kebodohan dan kegelapan.

Bro, kalo kita percaya dengan semua yang diajarkan dalam primbon, ati-ati karena itu bisa menjerumuskan diri kita kepada hal syirik (menyekutukan Allah Swt. alias menduakan). Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirik itu adalah dosa besar sebagaimana firmanNya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS Luqman [31]: 13)

Jadi, syirik adalah kezaliman yang paling zalim dan tauhid adalah keadilan yang paling adil. Hal-hal yang bertentangan dengan tauhid adalah dosa paling besar. Dan apa yang paling sesuai dengan prinsip tauhid adalah kewajiban yang paling wajib dan ketaatan yang paling diutamakan. Kesyirikan adalah hal yang paling bertentangan dengan tauhid, maka kesyirikan mutlak merupakan dosa yang paling besar (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Penawar Hati Yang Sakit, hlm. 153)

Bro and Sis, kalo sikap kita kepada ramalan primbon seperti itu juga, berarti kita pun nggak ada bedanya dengan orang-orang yang telah lebih dulu percaya sama dukun alias tukang ramal. Pokoknya nggak usah melibatkan dirimu dalam kancah ramal-meramal; kamu nggak boleh percaya bualan mereka yang membuat ramalan di primbon atau malah mendatangi dukun secara langsung. Hih, amit-amit deh.

Terus terang, bahwa manusia—siapa pun ia—nggak tahu dan nggak bakal dikasih tahu sama Allah tentang masa depan kehidupan dunianya; rizki, bahagia, sengsara, jodoh, usaha, dan juga kematian. Nggak ada yang tahu kecuali Allah. Kenapa? Karena masalah ini termasuk ke dalam ‘wilayah’ ghaib. Firman Allah Swt.:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) “ (QS al-An’am [6]: 59)

Dalam ayat lain diterangkan bahwa Allah tidak akan memberi semacam ‘bocoran’ kepada manusia tentang masa depan kehidupannya, kecuali hanya kepada Rasul yang diridhoiNya. Firman Allah Swt.:

“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya." (QS al-Jin [72]: 26-27)

Imam al-Qurthubi menyebutkan—ketika menafsirkan ayat tersebut—bahwa ramalan bintang (termasuk dalam hal ini ramalan di primbon, red.) tak ada faedahnya sama sekali, dan tidak menunjukkan celaka atau bahagia (seseorang). Ramalan tersebut tiada lain adalah penentangan terhadap al-Quran yang agung. Sikap penentangan terhadap al-Quran ini berarti telah menghalalkan darah orang yang melakukan ramalan perbintangan itu.



Tanggung jawab bersama
Betul. Kita berharap banyak ada orang atau pihak yang bisa membela dan menyuarakan Islam dengan benar. Aksinya amat diperlukan dalam kondisi saat ini, lho. Bener. Di tengah gelombang arus informasi yang kian cepat ini, bukan mustahil kalo kita bakalan kebawa arusnya yang deras. Sementara, kita kudu mengakui, nggak semuanya informasi itu membawa berkah. Sebaliknya, justru malah membawa malapetaka. Contohnya soal ramalan zodiak, primbon dan sihir. Bagaimana pun, ide rusak yang dikemas dalam bentuk yang sangat menghibur, bahkan interaktif karena muncul di media massa canggih seperti televisi dan internet, maka bila tak ada langkah pencegahan, jangan salahkan mereka aja bila akhirnya kaum Muslimin jadi berantakan pemikirannya. Sebab, ada yang salah juga dari kita. Yakni, diem aja atau bahkan larut dalam gaya hidup yang diajarkan mereka (musuh-musuh Islam).

Kita, remaja Islam sebenarnya sangat berharap akan ada media Islam yang mampu bersaing dengan media-media lain. Apakah majalah atau tabloid, juga novel, pokoknya bisa tampil memikat, gaul, ngertiin gaya remaja dan tentu saja menampilkan wajah Islam yang ramah. Jangan malah media yang ada menjadi alat propaganda tahayul, tathayyur, sihir, primbon, ramalan bintang dan sejenisnya. Menyedihkan banget.

Lagipula, untuk urusan dakwah bukankah keikhlasan dan keseriusan menjadi prioritas. Sekarang pilih mana; membiarkan terus remaja dan anak-anak kita tenggelam dalam bacaan dan tontonan yang ‘menyesatkan’ atau memberikan bacaan dan tayangan alternatif yang ‘mencerahkan’? Kita pasti tahu jawabannya. Itu sebabnya, ini tugas bersama untuk mengatasi problem ini. Terutama pemerintah yang harus segera memberlakukan aturan dan sanksi bagi para penyebar propaganda kekufuran dan penyebar kesyirikan di tengah-tengah masyarakat.

Namun, kita juga masih sangsi alias ragu kalo pemerintah mau memberlakukan aturan dan sanksi yang tegas. Maklum, pemerintah masih bermesraan dengan kapitalisme-sekularisme yang memang telah memberikan jalan bagi para pemuja kebebasan. Itu sebabnya, hanya dengan Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara, berbagai problem kehidupan umat ini bisa diselesaikan. Lagian, di Indonesia kan mayoritas penduduknya Muslim, sekitar 80-an persen. Wajar dong kalo diterapkan syariat Islam. Betul nggak?

Nah, bila kita berkaca kepada ajaran Islam, rasanya kita akan berpikir beribu kali sebelum melibatkan emosi kita dalam dunia klenik (perdukunan alias sihir) juga ramal-meramal semacam primbon dan zoidak tersebut. Kehidupan yang serba tak menentu bagi sebagian masyarakat kita, tidak lantas kemudian jatuh ke dalam pelukan para pembual alias para tukang sihir dan peramal yang mencoba menggoda dengan menawarkan jasanya. Yakinlah, bahwa Allah akan menjamin kehidupan setiap hambaNya selama hamba tersebut percaya bahwa hanya Allah Ta'ala lah yang wajib disembah dan dimintai pertolongan. Kita tak perlu mencoba meramal nasib, atau dengan alasan menjaga diri kemudian kita terjebak dalam dunia klenik tersebut.
Kehidupan sekarang boleh berubah, meski dengan perubahan yang menyebabkan sebagian dari kita bangkrut dalam kehidupan ini. Namun tak berarti bahwa kemudian merasa sah-sah saja ketika harus melibatkan diri dalam dunia klenik alias perdukunan, atau percaya kitab primbon, ramalan bintang, dan mendatangi para tukang ramal nasib. Jangan sampe deh.

Nah, daripada kita terbuai oleh ramalan bintang dan ramalan sejenisnya yang emang cuma bualan dan bikin akidah Islam kita cacat, mendingan energi kita disalurkan buat belajar tentang Islam. Islam sebagai akidah dan syariat. Itu berarti, selain kita telah melaksanakan salah satu kewajiban--yakni mencari ilmu--kita juga bisa lebih pandai dari orang yang nggak belajar. Walhasil, kita bakal tahu, mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang untuk dilakukan.

Kita berharap juga kepada pemerintah supaya serius untuk menghentikan program pengrusakan akidah secara massal lewat media massa ini. Dan secara teknis kini kita kudu mulai ninggalin kebiasaan percaya sama ramalan zodiak, primbon, perdukunan dan sejenisnya itu. Bisa dosa lho. Eh, yang pasti emang itu nggak ada gunanya, kok. Oke? [solihin: osolihin@gaulislam.com]

Selanjutnya......

Minggu, 07 September 2008


Sebagian besar umat Islam di dunia menyambut Ramadhan dengan suka cita dan menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat Tarawih. Namun berbeda dengan masyarakat muslimm China di Xinjiang. Pemerintah China melarang muslim Uighur melaksanakan ibadah Shalat Tarawih secara berjamaah, karena khawatir akan menimbulkan ketegangan dan merusak keharmonisan hubungan sosial.

Larangan itu disampaikan Pemerintah China sejak Jum’at (5/9) lalu. Dalam pernyataannya seperti dikutip situs pemerintah China, Pemerintahan China beralasan pelarangan itu untuk mencegah para pemeluk agama tertentu mengadakan perkumpulan dalam skala besar yang berpotensi memanaskan keadaan, kata pemerintah China seperti dilansir oleh AFP baru-baru ini.

Di beberapa daerah di Xinjiang, Pemerintah lokal juga melarang wanita muslimah memakai cadar dan para laki-laki muslim menggenakan kain sorban.

Memasang iklan atau pengumuman-pengumuman mengenai bulan suci ramadhan di tempat-tempat publik juga ikut dilarang di beberapa daerah di Xinjiang, termasuk mengedarkan rekaman video, menyiarkan rekaman Al Quran dengan loudspeker dan penggunaan beduk atau drum khusus dalam festival menyambut Ramadhan juga ikut dilarang.

Menanggapi perlakukan pemerintah China tersebut, Jubir Konggres Uighur Internasional Dilxat Raxit, mengatakan bahwa larangan-larangan yang diterapkan pemerintah China terhadap muslim Uighur hanya akan meningkatkan tensi ketegangan pada kaum muslim di Xinjiang.

"Ini pelanggaran serius yang menodai hak asasi manusia untuk memiliki suatu keyakinan tertentu," kata Raxit di pengasingannya di Jerman. Di sisi lain, menurutt Raxit, pelarangann itu hanya akan berbuah semakin memperuncing konflik di Xinjiang.

Muslim Uighur adalah kelompok minoritas muslim di wilayah Xinjiang China bagian Barat Daya. Jumlah mereka sekitar 8 juta jiwa. Sejak tahun 1955, Xinjiang memiliki otonomiii sendiri, namun kawasan ini terus menerus menjadi target pengawasan aparat keamanan China.

Bagi pemerintah China, kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis karena lokasinya yang terletak dekat dengan Asia Tengah, kawasan yang menjadi sumber cadangan gas dan minyak. [syarif/afp/iol/www.suara-islam.com]

Selanjutnya......



Selama bulan ramadhan penjualan Al Quran meningkat dratis. Al Quran menjadi buku terlaris ke-8 yang paling banyak terjual di Perancis. “Kami menjual antara 10 hingga 15 mushaf Al Quran setiap harinya di bulan Ramadhan,” kata Ali Al-Maghori, seorang warga Perancis keturunan Arab yang memiliki toko buku di Paris.
Selama bulan puasa, umat Islam di Perancis didorong untuk lebih dekat dengan Allah Swt. Salah satunya dengan cara memperbanyak membaca Al Quran. Sehingga penjualan Al Quran meningkat dratis di hampir seluruh tokoh buku Islamis di Perancis.

Menurut Ali Al-Maghori, Al Quran yang paling diminati adalah jenis Al Quran saku, karena mudah dibawa kemana-kemana dan ukurannya tidak terlalu besar.

Berdasarkan suvey Majalah Livre Hebdo, yang khusus merangking penjualan buku-buku di pasar yang paling diminati, penjualan Mushaf Al Quran menempati urutan ke-8 sebagai buku terlaris selama bulan Ramadhan.

Selain Al Quran, buku bacaan Islami tentang tata cara sholat dan berpuasa juga menjadi buku-buku yang paling dicari oleh kaum muslimin di Perancis, khususnya di Paris, Bellevile dan Paribas.

[syarif/iol/www.suara-islam.com]

Selanjutnya......

Selasa, 02 September 2008

Kesepakatan Para Ulama Menyikapi FPI DAN AKKBB


1. MENGHARAPKAN KEPADA PEMERINTAH UNTUK BERSIKAP TEGAS TERHADAP PENISTAAN AGAMA YANG DILAKUKAN OLEH KELOMPOK AHMADIYAH DAN MEMBUBARKAN KELOMPOK AHMADIYAH

2. MENGAJAK KEPADA KAUM MUSLIMIN INDONESIA UNTUK MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN MENINGKATAN UKHWAH ISLAMIYAH DAN UKHWAH WATHONIYAH

3. KAMI PARA ULAMA DAN HABAIB MENDUKUNG PEMERINTAH UNTUK MEMBERI PENJELASAN KEPADA UMAT APABILA AHMADIYAH DIBUBARKAN UNTUK TIDAK BERSIKAP ANARKIS

4. MENGAJAK KEPADA UMAT DAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENJAGA KEDAMAIAN SEPERTI YANG DICONTOHKAN OLEH ROSULULLAH SAW

5. BERHARAP KEPADA SELURUH PIHAK UNTUK MENAHAN DIRI DARI MENCACI MAKI DAN SIKAP PROVOKATIF TERHADAP KAUM MUSLIMIN.

6. MENGAJAK KEPADA UMAT ISLAM UNTUK MERAPATKAN BARISAN AGAR TIDAK MUDAH DIADUDOMBA

7. HATI-HATI TERHADAP BAHAYA LATIN KOMUNIS

8. HATI-HATI TERHADAP ZIONIS YAHUDI

9. MENGHARAPKAN AGAR UMAT NON MUSLIM TIDAK MENCAMPURI URUSAN UMAT ISLAM

10. MENGHARAPKAN MEDIA BERSIKAP ADIL DALAM HAL PEMBERITAAN MENGENAI PERSOALAN ANTARA FPI DAN AKKBB

Ulama yang Hadir & Menandatangani Kesepakatan ini :

1. Ustad Jefri Al Bukhori

2. Ustad Aswan Faisal

3. Ustadzah Dra. Hj. Tatu Mulyana

4. Hj. Pipik Dian Irawati

5. KH. Ahya Ansori

6. KH. Abu Deedad (WK. Komnas PBP Majelis Ulama Indonesia)

7. KH. Mujib Khudori

8. Aa Reza (Majelis Dzikir Baitul Ikhlas)

9. Drs. Muslih (Pengasuh Ponpes Baitul Jurad)

10. Ustad. Cilik Guntur Bumi (Ponpes Silaturahmi)

11. Ustad Subkhi Al Bughury

12. Ustad Koko Liem (DAI TPI)

13. Ustad Zaky (DAI TPI)

14. Ustad Iwan Zawani (Majelis Az Zikra)

15. Habib Abdurrahman

16. Habib Ahmad Hamid Aidid

17. Ustad Ahmad

18. Ustad Amiruddin

19. Ustad Syarif Hidayat

20. Ustad Munif

21. Drs. H. Royhan Sabuki (Ponpes Madinatul Ilmi - Ciputat)

22. Rosa Fariza Maharani (Jamaah Al Mawadiyah)

23. Hj. Elis Royhan

24. Hj. Nawwal Ismail Modal

www.ujecentre.com

Selanjutnya......

Muslim Palestina Menjalani Puasa Dalam Suasana Blokade Ekonomi


Umat Islam di Palestina menyambut kedatangan Ramadhan dengan berbagai keluhan dan dalam kondisi semakin memburuknya taraf kehidupan masyarakat. Di Gaza, masyarakat muslim kebanyakan mengeluhkan kelangkaan kebutuhan bahan-bahan pokok karena isolasi Israel sejak tahun lalu, disamping kenaikan harga-harga barang akibat kurangnya suplai barang.

Sementara di Tepi Barat, warga mengeluhkan sikap aparat keamanan Pemerintah PLO yang membatasi aktivitas muslimin menjalankan kegiatan ibadah di bulan Ramadhan, melalui penutupan sejumlah masjid dan pelarangan melakukan kegiatan itikaf.

Iman Ummu Ali (27 tahun), muslimah asal Tepi Barat menceritakan kondisi Tepi Barat bagi keamanan kaum perempuan di saat bulan Ramadhan. Iman mengaku terpaksa harus sholat tarawih di rumahnya, karena pihak aparat keamanan di Tepi Barat menutup ruang sholat khusus bagi wanita di sejumlah masjid dekat rumahnya. Menurut Iman, penutupan itu karena masjid itu dituduh milik kelompok Hamas.

Iman juga mengatakan perempuan yang nekat melakukan shalat Tarawih di malam hari kadang berbuntut penangkapan tidak hanya yang bersangkutan tapi juga keluarganya.

Menurut pengakuan Iman, aparat keamanan di bawah PLO secara sengaja sering menyebarkan berita-berita fitnah dan desas-desus kepada keluarga mertua, untuk menurunkan citra seorang muslimah tertentu yang menjadi target aparat keamanan, umumnya mereka wanita-wanita yang dicurigai menjadi bagian dari kelompok Hamas.

Berbeda dengan para kaum wanita yang mengkhawatirkan penangkapan, Muhammad Abdul Fattah (33 tahun, berprofesi sebagai guru) mengeluhkan sulitnya memperoleh surat-surat kelakukan baik dari pihak lembaga keamanan. Hal ini tidak saja dialami dirinya, tapi siapa saja yang dicurigai sebagai bagian dari aktivitas Hamas

Menurut Muhammad Abdul Fattah, Tepi Barat telah berubah menjadi mirip negara Polisi. Seluruh aktivitas warga harus sepengetahuan aparat keamanan, khususnya dinas intelijennya. Bahkan, untuk membuka daurah menghapal Al Quran saja harus seijin dari intelijen.

Mengenai kondisi ekonomi di Tepi Barat, Hibbah Muhammad mengeluhkan adanya kenaikan harga-harga kebutuhan barang pokok yang rata-rata mencapai 50 %. Menurut Hibbah, dirinya bersama dengan warga Tepi Barat lainnya telah berulang kali meminta kenaikan gaji kepada Pemerintah Palestina di Ramallah, tapi selalu ditolaknya dengan alasan anggaran yang tidak mencukupi.

Hibbah sangat heran terhadap perilaku pemerintah Ramallah yang menutup sejumlah LSM dan ormas Islam yang menyalurkan dana bantuan kepada para warga. Alasan pemerintah PLO, masalah pemberian bantuan kepada warga adalah tanggung jawab pemerintah bukan ormas atau yayasan tertentu. Hibbah menilai, sikap pemerintah Palestina itu dilatarbelakangi persaingan politik antara Hamas dan Fatah.

Jika pendistribusian bantuan kepada warga ditangani oleh Pemerintah PLO biasanya hanya dibagikan kepada orang-orang yang pro pemerintah saja, sementara warga muslim di Tepi barat yang menjadi anggota Hamas biasanya tidak mendapatkan jatah bantuannya.


Di Gaza

Kondisi yang sama juga terjadi di Gaza. Mayoritas penduduk Gaza mengeluhkan kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok dan tingginya , akibat blockade Israel..

Abu Ibrahim, salah satu pegawai di Gaza, kepada Ikhwanonline mengatakan meskipun telah dibantu oleh Pemerintah namun jumlah bantuan dan gaji itu sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena tingginya harga-harga kebutuhan bahan pokok di Gaza akibat blokade ekonomi Israel.

Sebagai contoh, lanjut Ibrahim, sepotong keju kuning harganya saat ini mencapai 150 Sikel (sekitar 40 USD), padahal tahun lalu hanya 100 Sikel. Abu Ibrahim meminta agar blokade ekonomi Israel itu segera dibuka.

Sementara itu, Amal Abdurrahman (45 tahun) menyatakan akibat blokade ekonomi Israel seluruh suplai bahan kebutuhan pangan berasal dari Israel dan itu pun jumlahnya sangat sedikit.

“Israel mengingingkan penduduk Gaza tidak hidup tapi juga tidak mati,” kata amal kepada Ikhwanonline.

Selain masalah pangan, penduduk Gaza juga menghadapi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan gas, listrik dan bensin karena sedikitnya suplai dari Israel. [syarif/ikw/www.suara-islam.com]

Selanjutnya......